Hari ini Senin, tanggal 07 September 2015. Tempat kejadian itu disebuah Ruangan 3 x 5 meter disebuah rumah yang digunakan untuk mentansfer ilmu dari sang tentor kepada sang murid.
Sang tentor menjelaskan kepada 10 murid yang rata-rata berumur 13 tahun. Pelajaran yang mereka pelajari adalah Matematika, sebuah pelajaran yang katanya adalah Ratu dari segala ilmu yang ada di dunia ini, sebuah bab yang semua murid sudah mendapatkan semasa mereka duduk di bangku dasar, Bab KPK & FPB. KPK disini bukan singkatan dari Komisi Pemberantas Korupsi yang ada di Indonesia melainkan KPK singkatan dari Kelipatan Persekutuan terKecil. Sedangkan FPB sendiri adalah singkatan dari Faktor Persekutuan terKecil.
Sang mentor menjelaskan di sebuah whiteboard yang agak kusam warnanya. Menurut sang tentor julukan whiteboaard sangat tidak cocok untuk disandang oleh benda itu. Nama yang sangatlah patas untuk benda itu adalah creamboard. Sang tentor mulai meringkas apa yang ada di sebuah buku panduan untuk mengajar sang murid. Sang murid hanya bisa ramai ketika itu. Entah kenapa meraka ramai?
Akhirnya sang Tentor selesai meringkas apa yang ia baca dibuku panduan mengajar yang sebelutnya dalam buku tu adalah sebuah ringkasan dari seluruh materi tersebut. Tak lama punsang Tentor mulai menerangkan materi itu, dan ternyata tidak disangka-sangka mereka sudah paham akan materi itu. Sang tentor hanya bisa tersenyum lebar, mata menyipit seperti orang cina, sambil menghapus ringkasan materi dari ringkasan materi tersebut. Itu adalah hal yang sangat konyol yang pernah dilakukan oleh tentor sang sangat amatir tersebut.
"Oke guys. sekarang kita akan bahas soal yang ada di latihan 5 di buku ringkasan itu."
"Kamu nomer satu, kamu nomer dua, kamu nomer tiga, kamu nomer empat, kamu nomer lima, kamu nomer enam, dan kamu nomer tujuh."
Sebuah perintah untuk ketujuh muridnya sambil dia menunjuk ketujuh muridnya.
Setelah sang tentor menunjuk ke tujuh sang murid, dia langsung menuju ketiga murid spesial lainnya. entah kenapa mereka semua spesial, sang tentor belum mengetahuinya alasan mereka spesial di mata ketujuh teman lainnya.
Ini adalah awal mula masa-masa kehancuran repotasi dari sang Tentor. Didalam forum tersebut sang Tentor hanya bisa membuka mulutya sambil mengangah layaknya orang terkesan akan kulaitas otak mereka yang sedikit berbeda dari teman-temannya.
Sang Tentor bukan terkesan akan ketiga muridnya itu tetapi terkesan oleh salah satu dari ketiga murid itu.
Salah satu dari ketujuh murid itu menyakan soal yang menurut sang Tentor itu membingungkan. tetapi sang murid "Lebih" itu hanya bisa tersenyum lebar seakan-akan senyuman itu menandakan bahwa dia sedang menghina sang tentor tersebut. Sang Tentor hanya bisa pasrah kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dilain waktu sang Tentor mulai menyelidiki asal usul anak "Lebih" itu. Hal yang sangat tak diduga anak itu memiliki IQ 135 dan dia adalah salah satu calon peserta OLIMPIADE SAINS NASIONAL. Mulut sant Tentor hanya bisa terbuka lebar. Dia hanya bisa membayangkan dulu dia hanya bisa bermain-main saat gurunya menerangkan perlajaran diusia seperti sang anak "lebih" itu.

0 komentar:
Posting Komentar